Undang-undang apartemen yang diusulkan mungkin tidak sempurna, tetapi ini merupakan awal yang baik: Menteri Pembangunan Bengaluru Raya Krishna Byre Gowda
Ketua Menteri DK Shivakumar dan Menteri Pembangunan Bengaluru Raya Krishna Byre Gowda, mengadakan diskusi dengan perwakilan asosiasi apartemen di Bengaluru pada Rabu (15 Juli). | Kredit Foto: SUDHAKARA JAIN Menteri Pembangunan Bengaluru Raya Krishna Byre Gowda pada Rabu (15 Juli) mengatakan bahwa usulan RUU (Kepemilikan dan Pengelolaan) Apartemen Karnataka tahun 2026 mungkin tidak memberikan solusi yang tepat untuk semua masalah, namun merupakan langkah ke arah yang benar.Mr. Gowda mengatakan bahwa undang-undang yang ada telah diberlakukan lebih dari 50 tahun yang lalu, dan kota ini telah berkembang pesat sejak saat itu. “Masalahnya sangat kompleks, dan kami juga berusaha memahaminya. Seiring berjalannya waktu, kami akan terus mengubah undang-undang dan mengatasi permasalahan tersebut,” katanya, seraya menambahkan bahwa masukan dari para pemangku kepentingan akan sangat penting dalam proses tersebut. “Pemerintah jarang membagikan rancangan undang-undang tersebut kepada masyarakat. Dalam hal ini, untuk memahami semua masalah yang dihadapi oleh pemilik apartemen dan untuk memasukkan ketentuan untuk mengatasinya, kami membagikan rancangan undang-undang tersebut. Menteri Pembangunan Bengaluru Raya Krishna Byre GowdaāPemerintah jarang membagikan rancangan undang-undang tersebut kepada publik. Dalam hal ini, untuk memahami semua masalah yang dihadapi oleh pemilik apartemen dan untuk memasukkan ketentuan untuk mengatasinya, kami membagikan rancangan undang-undang tersebut,ā katanya. āKami juga telah membuat forum alternatif, seperti ID email (kaomablr@gmail.com), karena telah menerima saran-sarannya, dan para pemangku kepentingan harus mengirimkan masukan mereka,ā katanya, sambil menambahkan, āUndang-undang terpisah untuk apartemen telah menunggu keputusan selama hampir satu dekade, dan kami berkomitmen untuk mewujudkannya.ā mengatasi masalah-masalah yang sudah lama tertunda terkait dengan kepemilikan, pendaftaran, dan pengelolaan apartemen. “Tujuan kami adalah membantu masyarakat yang telah bekerja keras membangun atap. Memiliki rumah tidaklah mudah, dan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan warga menikmati propertinya tanpa hambatan yang tidak perlu,” katanya. āUndang-undang ini dirancang semata-mata untuk kepentingan pembeli properti,ā tambahnya. Diterbitkan – 15 Juli 2026 22:44 IST
Diterbitkan : 2026-07-16 04:24:00
sumber : www.thehindu.com