🔴 Live Sports News
July 16, 2026
Login
Soccer

NIA akan menuntut 10 orang ‘untuk peran dalam sindikat teror narkotika J&K’ | beritakitanih

👤 sheikrinku 📅 July 16, 2026 ⏱ 3 min read 👁 0
NIA akan menuntut 10 orang 'untuk peran dalam sindikat teror narkotika J&K'
 | beritakitanih

NIA akan menuntut 10 orang ‘untuk peran dalam sindikat teror narkotika J&K’

Pengadilan Khusus Badan Investigasi Nasional (NIA) di J&K memerintahkan penyusunan dakwaan terhadap anggota sindikat teror narkotika yang didukung Pakistan pada Kamis (16 Juli 2026). | Kredit Foto: PTI Pengadilan Khusus Badan Investigasi Nasional (NIA) di J&K memerintahkan penyusunan dakwaan terhadap anggota sindikat teror narkotika yang didukung Pakistan pada Kamis (16 Juli 2026). Mereka dituduh mendanai kegiatan teroris di J&K dengan menggunakan uang yang dihasilkan dari penyelundupan narkotika, kata juru bicara Badan Investigasi Negara (SIA) Kepolisian J&K. Pengadilan Khusus, setelah mendengarkan tuntutan, telah memerintahkan penyusunan dakwaan terhadap 10 “terdakwa” berdasarkan ketentuan ketat dalam Undang-Undang Narkotika dan Psikotropika, 1985, Undang-Undang Kegiatan Melanggar Hukum (Pencegahan), 1967, dan Undang-undang India. KUHP. Hal ini termasuk pelanggaran yang berkaitan dengan melancarkan perang melawan Pemerintah India, konspirasi untuk melancarkan perang, aksi teroris, penggalangan dana untuk organisasi teroris, keanggotaan dan dukungan pada organisasi teroris, konspirasi kriminal, penghancuran barang bukti dan pemalsuan. SIA mengajukan enam “surat dakwaan komprehensif” terhadap 16 terdakwa. “Ini membuka jalan bagi persidangan anggota sindikat Lashkar-e-Taiba (LeT) yang didukung Pakistan yang dituduh mendanai terorisme di Jammu dan Kashmir melalui penyelundupan narkotika,” kata juru bicara SIA. SIA telah mendaftarkan sebuah kasus pada Oktober 2022 berdasarkan intelijen yang kredibel mengenai konspirasi lintas batas yang sangat terorganisir yang diatur oleh pengendali LeT yang berbasis di Kashmir yang diduduki Pakistan. Dana Narco untuk teror “SIA Kashmir menetapkan bahwa sindikat tersebut menggunakan hasil haram tersebut untuk membiayai terorisme, untuk mempertahankan infrastruktur teroris, dan untuk memperkuat ekosistem teror di Wilayah Persatuan,” kata juru bicara tersebut. SIA mengatakan bahwa pihaknya mengungkap konspirasi yang lebih besar yang melibatkan 16 orang, termasuk empat penangan teroris yang berbasis di Pakistan dan PoJK. SIA mengatakan sekitar 11 tersangka telah ditangkap sementara Sageer Ahmad Poswal, warga Amrohi Arna, Kupwara, melarikan diri. Dikatakan bahwa terdakwa yang berbasis di Pakistan/PoJK, yang telah dinyatakan sebagai pelanggar dan melarikan diri, termasuk Tariq Ahmad Malik Dilawar, Alif-ud-Din Badana, Mushtaq Ahmad Naik dan Firdous Ahmad Dar. SIA mengatakan salah satu terdakwa, Mushtaq Ahmad Malik alias Rahee, telah dibunuh di Kashmir. SIA mengatakan penyusunan dakwaan menandai tahap yang menentukan dalam penuntutan dan mencerminkan kekuatan bukti yang dikumpulkan selama penyelidikan. “Persidangan sekarang akan dilanjutkan dengan pencatatan bukti penuntutan,” tambahnya. SIA mengatakan pihaknya terus mengejar terdakwa yang berbasis di Pakistan/PoJK sesuai dengan hukum. “Pada saat yang sama, proses penyitaan dan penyitaan properti yang terkait dengan kegiatan teroris berdasarkan ketentuan Undang-Undang (Pencegahan) Kegiatan Melanggar Hukum juga sedang berlangsung,” kata SIA. Diterbitkan – 16 Juli 2026 23:06 IST


Diterbitkan : 2026-07-16 17:37:00

sumber : www.thehindu.com

Share This Article